Spesifikasi Laboratory Incubator
| Parameter | Spesifikasi |
|---|---|
| Kapasitas | 25 L, 50 L, 100 L, 250 L, hingga 500 L |
| Rentang suhu | +5°C hingga 65°C |
| Akurasi suhu | ±0.1°C |
| Tampilan layar | LED Digital atau Analog |
| Bahan interior | Stainless Steel Tahan Karat |
| Sumber daya | 220V, frekuensi 50/60Hz |
| Sistem sirkulasi | Konveksi alami atau kipas udara terintegrasi |
| Standar rujukan pada katalog | ASTM E-1292 |
Jual Laboratory Incubator untuk Kebutuhan Inkubasi Bersuhu Terkontrol
Indra Jaya Tektona jual Laboratory Incubator untuk laboratorium yang membutuhkan ruang inkubasi dengan pengaturan suhu stabil. Alat ini membantu menjaga kondisi sampel di dalam ruang tertutup agar proses inkubasi berjalan sesuai parameter yang telah ditetapkan.
Laboratory Incubator digunakan untuk mendukung pertumbuhan mikroorganisme, kultur sel, pengujian biologis, maupun proses inkubasi tertentu. Pengaturan suhu yang stabil membantu laboratorium menjalankan prosedur kerja dengan kondisi yang lebih konsisten.
Kami menyediakan pilihan Laboratory Incubator berkapasitas 25 liter hingga 500 liter. Pilihan tersebut memudahkan laboratorium pendidikan, fasilitas pengujian, unit quality control industri, hingga laboratorium riset dalam menentukan alat sesuai kebutuhan operasionalnya.
Harga Laboratory Incubator dan Faktor yang Memengaruhinya
Harga Laboratory Incubator bersifat fluktuatif karena dipengaruhi oleh kapasitas ruang, tipe panel digital atau analog, sistem sirkulasi udara, kebutuhan aksesori, serta konfigurasi pengadaan. Karena itu, penawaran yang tepat sebaiknya disesuaikan dengan kebutuhan penggunaan, bukan hanya berdasarkan nama produknya.
Kapasitas besar tidak selalu menjadi pilihan terbaik. Laboratorium dengan jumlah sampel terbatas dapat mempertimbangkan unit 25 L atau 50 L agar penggunaan ruang dan energi lebih efisien.
Untuk kebutuhan pengujian dengan volume lebih tinggi, kapasitas 100 L, 250 L, hingga 500 L dapat menjadi pertimbangan. Penentuan kapasitas sebaiknya memperhitungkan jumlah sampel, ukuran wadah, jumlah rak, dan frekuensi proses inkubasi.
Sampaikan kebutuhan kapasitas, target suhu kerja, jumlah rak yang dibutuhkan, serta jenis sampel yang biasa ditangani. Informasi tersebut membantu kami menyiapkan penawaran harga Laboratory Incubator yang lebih relevan.
Hubungi kami untuk meminta informasi harga, ketersediaan unit, pilihan spesifikasi, dan kebutuhan pendukung sebelum melakukan pemesanan.
Fungsi Laboratory Incubator dalam Operasional Laboratorium
Fungsi utama Laboratory Incubator bukan sekadar memanaskan ruang. Alat ini menjaga temperatur di dalam chamber agar sampel memperoleh kondisi inkubasi yang lebih stabil dibandingkan penyimpanan di lingkungan terbuka.
Untuk pekerjaan yang membutuhkan waktu inkubasi berjam-jam hingga berhari-hari, kestabilan suhu menjadi bagian penting dari prosedur. Perubahan temperatur yang tidak terkendali dapat memengaruhi perkembangan sampel dan membuat proses kerja perlu diulang.
Laboratory Incubator dapat digunakan untuk beberapa kebutuhan berikut.
- Inkubasi mikroorganisme dan kultur sel pada suhu tertentu.
- Pengujian biologis atau kimia dengan kebutuhan temperatur stabil.
- Pemeriksaan kualitas pada industri pangan dan minuman.
- Evaluasi bahan serta pengujian stabilitas dalam lingkungan laboratorium.
- Kegiatan penelitian, praktik pendidikan, dan prosedur quality control.
- Kebutuhan instrumen pendukung pada laboratorium teknik sipil sesuai metode kerja yang diterapkan.
Untuk melengkapi pengadaan perangkat pengujian lain, lihat juga kategori alat lab semen.
Memilih Kapasitas dan Sistem Sirkulasi yang Tepat
Kapasitas 25 L atau 50 L dapat menjadi pilihan saat volume sampel relatif terbatas dan ruang laboratorium perlu digunakan secara efisien. Ukuran ini sesuai untuk kegiatan pengujian rutin dengan jumlah sampel yang tidak terlalu banyak.
Model 100 L, 250 L, atau 500 L lebih relevan saat frekuensi pengujian tinggi. Kapasitas besar juga memudahkan laboratorium menangani beberapa batch sampel dalam satu periode inkubasi.
Jangan hanya memilih unit terbesar karena terlihat lebih fleksibel. Chamber yang terlalu besar untuk jumlah sampel sedikit dapat membuat pengaturan rak dan penempatan wadah menjadi kurang efisien.
Sistem konveksi alami cocok untuk kebutuhan yang memerlukan perpindahan udara tanpa hembusan kipas yang intens. Sementara itu, kipas udara terintegrasi dapat dipertimbangkan ketika keseragaman temperatur di seluruh ruang inkubasi menjadi prioritas.
Panel LED digital memberi kemudahan ketika operator perlu membaca dan mengatur suhu dengan lebih praktis. Pilihan analog tetap dapat dipertimbangkan untuk kebutuhan operasional yang mengutamakan pengaturan sederhana.
Keunggulan Desain untuk Pemakaian Rutin
Interior stainless steel tahan karat membantu menjaga ruang inkubasi tetap mudah dibersihkan setelah penggunaan. Material ini mendukung kebutuhan perawatan berkala pada area yang berhubungan langsung dengan rak dan sampel.
Rentang suhu +5°C hingga 65°C memberikan ruang pengaturan untuk berbagai kebutuhan inkubasi laboratorium. Akurasi suhu ±0.1°C pada spesifikasi yang tersedia menjadi pertimbangan penting saat prosedur mengharuskan pengaturan temperatur secara teliti.
Sistem pemanas dan sirkulasi membantu distribusi temperatur di dalam ruang alat. Penempatan sampel tetap perlu memberi jarak antarwadah agar aliran udara tidak terhambat.
Sumber daya 220V dengan frekuensi 50/60Hz sesuai untuk kebutuhan kelistrikan laboratorium pada umumnya. Sebelum instalasi, pastikan kapasitas listrik, posisi alat, serta kondisi meja atau lantai telah sesuai dengan ukuran unit yang dipilih.
ASTM E-1292 pada Laboratory Incubator
Laboratory Incubator dalam katalog Indra Jaya Tektona tercantum dengan ASTM E-1292. Standar ini menjadi rujukan untuk incubator dengan sistem gravity convection dan forced ventilation.
Pencantuman standar perlu dikonfirmasi kembali sesuai konfigurasi unit yang dipilih. Hal ini penting apabila pengadaan membutuhkan dokumen tender, persyaratan audit, kalibrasi, atau ketentuan internal laboratorium.
Sampaikan kebutuhan dokumen sejak tahap permintaan penawaran. Dengan begitu, spesifikasi alat dan kelengkapan administrasi dapat diperiksa sebelum pembelian dilakukan.
Cara Mengoperasikan Laboratory Incubator
Pengoperasian yang tertib membantu menjaga performa alat serta mengurangi risiko perubahan kondisi sampel. Ikuti prosedur kerja laboratorium yang berlaku, kemudian gunakan langkah dasar berikut sebagai acuan umum.
- Tempatkan alat di permukaan yang datar, kuat, dan tidak terkena sinar matahari langsung.
- Hubungkan unit ke sumber listrik yang sesuai dengan spesifikasi 220V dan frekuensi 50/60Hz.
- Nyalakan alat, lalu atur suhu target melalui panel yang tersedia.
- Tunggu hingga temperatur di dalam chamber stabil sebelum memasukkan sampel.
- Susun sampel pada rak dengan jarak yang cukup agar sirkulasi udara tetap berjalan.
- Tutup pintu rapat selama periode inkubasi dan hindari membuka chamber terlalu sering.
- Setelah proses selesai, keluarkan sampel sesuai prosedur dan bersihkan bagian dalam alat secara berkala.
Pengadaan Laboratory Incubator dari Indra Jaya Tektona
Indra Jaya Tektona membantu kebutuhan pengadaan Laboratory Incubator dengan pendekatan yang berfokus pada kecocokan spesifikasi. Setiap laboratorium memiliki kebutuhan kapasitas, metode kerja, dan volume sampel yang berbeda.
Sebelum membeli, siapkan informasi mengenai kapasitas yang dibutuhkan, rentang temperatur kerja, preferensi panel, tipe sirkulasi, serta dokumen yang harus disertakan. Informasi tersebut akan membantu proses pemilihan unit berjalan lebih jelas.
Hubungi kami untuk mendapatkan harga Laboratory Incubator, konsultasi kebutuhan spesifikasi, serta informasi pemesanan. Indra Jaya Tektona siap membantu pengadaan alat inkubasi yang relevan untuk operasional laboratorium.
