Set Uji CBR Manual S-360 A terdiri dari mesin pemuat manual, CBR mold, spacer dish, cutting edge, surcharge weights, swell plate, swell tripod, dial indicator, proving ring, Modified Proctor Hammer, serta berbagai aksesori pendukung.
Pengujian CBR digunakan untuk mengevaluasi kekuatan relatif material subgrade, subbase, dan base/course dalam kondisi pengujian laboratorium. ASTM D1883 secara khusus mencakup penentuan CBR dari spesimen yang dipadatkan di laboratorium, sedangkan AASHTO T 193 juga digunakan sebagai metode pengujian California Bearing Ratio untuk material perkerasan yang dipadatkan di laboratorium.
Spesifikasi Manual Laboratory CBR S-360 A
| Komponen | Spesifikasi |
|---|---|
| Mesin Pemuat Mekanis | Baja, manual dua kecepatan |
| Kapasitas Mesin Pemuat | 10.000 lbs |
| CBR Mold | Diameter 6 inci, baja mesin |
| Spacer Dish | Baja mesin |
| Cutting Edge | Baja mesin |
| Surcharge Weights | Baja mesin |
| Swell Plate | Aluminium cor |
| Swell Tripod | Aluminium cor |
| Modified Proctor Hammer | Tersedia |
| Dial Indicator | Presisi tinggi |
| Proving Ring | Tersedia |
| Aksesori | Scoop, trowel, filter paper, graduated cylinder, dan perlengkapan pendukung |
| Dimensi | 110 x 70 x 70 cm |
| Berat | ±200 kg |
| Standar Acuan | ASTM D1883 dan AASHTO T 193 |
Fungsi Manual Laboratory CBR
California Bearing Ratio merupakan nilai perbandingan yang diperoleh dari pengujian penetrasi material tanah terhadap beban standar. Nilai CBR digunakan untuk mengevaluasi potensi kekuatan material yang digunakan pada lapisan perkerasan, termasuk subgrade, subbase, dan base/course. ASTM D1883 menyebutkan bahwa metode ini terutama digunakan untuk material dengan ukuran partikel maksimum kurang dari 19 mm, dengan ketentuan tertentu apabila material memiliki ukuran partikel lebih besar.
Manual Laboratory CBR S-360 A membantu laboratorium menjalankan rangkaian pengujian tersebut dalam satu perangkat. Sampel tanah ditempatkan di dalam mold, dipadatkan sesuai metode yang digunakan, kemudian diberi penetrasi menggunakan piston sambil mencatat hubungan antara beban dan penetrasi.
Data hasil pengujian kemudian digunakan untuk menentukan nilai CBR pada kedalaman penetrasi yang ditentukan dalam metode pengujian. Dalam prosedur CBR, titik penetrasi 2,54 mm dan 5,08 mm menjadi bagian penting dalam perhitungan nilai CBR.
Komponen Manual CBR Lab Set S-360 A
Mesin Pemuat Manual
Mesin pemuat menjadi bagian utama dalam proses penetrasi spesimen. S-360 A menggunakan mesin pemuat berbahan baja dengan sistem operasi manual dua kecepatan dan kapasitas 10.000 lbs.
Pengoperasian manual memungkinkan operator mengendalikan proses pembebanan sekaligus melakukan pembacaan instrumen selama pengujian.
CBR Mold
CBR mold berdiameter 6 inci digunakan sebagai wadah spesimen tanah selama proses persiapan dan pengujian. Komponen ini dibuat dari baja mesin untuk mendukung kebutuhan penggunaan berulang di laboratorium.
Spacer Dish, Cutting Edge, dan Surcharge Weights
Spacer dish digunakan dalam tahap persiapan spesimen, sedangkan cutting edge membantu proses penanganan serta persiapan benda uji.
Surcharge weights digunakan untuk memberikan beban tambahan pada spesimen sesuai konfigurasi pengujian yang ditetapkan dalam metode atau prosedur laboratorium.
Swell Plate dan Swell Tripod
Swell plate dan swell tripod digunakan pada konfigurasi pengujian yang melibatkan pengamatan pengembangan atau perubahan tinggi spesimen selama tahap persiapan pengujian.
Komponen ini menjadi bagian penting ketika laboratorium menjalankan prosedur CBR yang mensyaratkan kondisi perendaman sebelum penetrasi. ASTM D1883 menyatakan bahwa spesimen pada kondisi pengujian perlu direndam apabila tidak ditentukan lain oleh pihak yang meminta pengujian atau tidak dibuktikan bahwa perendaman tidak berpengaruh terhadap hasil.
Dial Indicator dan Proving Ring
Dial indicator digunakan untuk membaca perubahan penetrasi atau deformasi selama pengujian, sedangkan proving ring digunakan sebagai bagian dari sistem pengukuran beban.
Keduanya membantu operator mendapatkan data pengujian yang diperlukan untuk pengolahan nilai CBR.
Modified Proctor Hammer
Modified Proctor Hammer digunakan dalam proses pemadatan spesimen sesuai metode pemadatan yang dipilih. Pemadatan menjadi bagian penting karena kondisi kadar air dan kepadatan kering spesimen dapat berkaitan langsung dengan kondisi CBR yang ingin ditentukan.
ASTM D1883 menyatakan bahwa CBR dapat ditentukan pada kadar air optimum atau rentang kadar air tertentu dari pengujian pemadatan dan berat isi kering yang telah ditentukan.
Cara Kerja Pengujian CBR Laboratorium
Pengujian CBR tidak hanya dilakukan dengan memasukkan tanah ke dalam mold kemudian menekan sampel. Persiapan benda uji, kadar air, tingkat pemadatan, kondisi perendaman, serta proses penetrasi harus mengikuti metode pengujian yang digunakan laboratorium.
Secara garis besar, rangkaian pengujiannya meliputi:
- Siapkan material tanah dan lakukan persiapan sampel sesuai metode pengujian.
- Tentukan kondisi kadar air dan kepadatan yang diperlukan.
- Masukkan material ke dalam CBR mold.
- Padatkan spesimen menggunakan metode pemadatan yang ditetapkan.
- Pasang komponen seperti surcharge weights dan swell assembly sesuai konfigurasi pengujian.
- Lakukan perendaman apabila prosedur pengujian mensyaratkannya.
- Pasang mold pada mesin pemuat.
- Atur sistem penetrasi dan instrumen pengukuran.
- Tekan piston ke dalam spesimen secara terkendali.
- Catat beban dan penetrasi selama proses berlangsung.
- Evaluasi kurva beban terhadap penetrasi.
- Tentukan nilai CBR berdasarkan data pengujian dan metode perhitungan yang digunakan.
ASTM D1883 menekankan bahwa kualitas hasil tidak hanya bergantung pada alat. Kompetensi personel, kesesuaian peralatan, fasilitas, serta pelaksanaan metode juga memengaruhi keandalan hasil pengujian.
Apa yang Diukur dalam Pengujian CBR?
Pengujian CBR menghasilkan hubungan antara beban penetrasi dan kedalaman penetrasi pada spesimen tanah. Data tersebut kemudian digunakan untuk memperoleh nilai California Bearing Ratio.
Pada metode CBR, evaluasi dilakukan pada penetrasi 2,54 mm dan 5,08 mm. Nilai CBR diperoleh dengan membandingkan beban yang dibutuhkan untuk penetrasi tersebut terhadap beban standar yang digunakan dalam metode.
Nilai CBR selanjutnya dapat digunakan sebagai salah satu parameter dalam evaluasi material untuk kebutuhan desain perkerasan. ASTM menjelaskan bahwa hasil CBR menjadi bagian dari sejumlah metode desain perkerasan lentur.
Karena itu, hasil CBR tidak tepat digunakan sebagai satu-satunya dasar untuk menyatakan bahwa suatu tanah aman menopang seluruh jenis bangunan. Interpretasi hasil tetap harus disesuaikan dengan jenis pekerjaan, kondisi tanah, metode desain, serta parameter geoteknik lain yang diperlukan.
Standar ASTM D1883 dan AASHTO T 193
Manual Laboratory CBR S-360 A ditujukan untuk kebutuhan pengujian yang mengacu pada ASTM D1883 dan AASHTO T 193.
ASTM D1883 merupakan metode pengujian CBR untuk spesimen tanah yang dipadatkan di laboratorium. Standar ini mencakup material subgrade, subbase, dan base/course serta menjelaskan kondisi spesimen, kadar air, kepadatan, dan aspek pengujian lainnya.
AASHTO T 193 juga merupakan metode pengujian California Bearing Ratio untuk material subgrade, subbase, dan base/course yang dipadatkan di laboratorium. AASHTO mencantumkan T 193 sebagai Standard Method of Test for The California Bearing Ratio.
Penggunaan alat tetap harus mengikuti edisi standar, spesifikasi proyek, serta SOP laboratorium yang berlaku. Kesesuaian alat dengan nama standar tidak dengan sendirinya menjamin hasil pengujian yang valid apabila prosedur, pemeliharaan, kalibrasi, atau kompetensi operator tidak memenuhi kebutuhan pengujian. ASTM juga menekankan pentingnya kompetensi personel dan kesesuaian peralatan serta fasilitas terhadap kualitas hasil.
Kelebihan Manual Laboratory CBR S-360 A
Manual Laboratory CBR S-360 A menyediakan rangkaian komponen utama yang diperlukan untuk pengujian CBR laboratorium dalam satu set.
Beberapa keunggulan perangkat ini meliputi:
- Mesin pemuat manual dengan kapasitas 10.000 lbs.
- CBR mold diameter 6 inci berbahan baja mesin.
- Surcharge weights untuk konfigurasi pembebanan spesimen.
- Swell plate dan swell tripod berbahan aluminium cor.
- Dial indicator dan proving ring untuk sistem pengukuran.
- Modified Proctor Hammer untuk kebutuhan pemadatan spesimen.
- Aksesori pendukung seperti scoop, trowel, filter paper, dan graduated cylinder.
- Konstruksi komponen baja dan aluminium untuk penggunaan laboratorium.
- Sistem manual yang memungkinkan operator mengendalikan proses pembebanan.
- Dimensi keseluruhan sekitar 110 x 70 x 70 cm.
- Berat sekitar 200 kg.
- Ditujukan untuk pengujian yang mengacu pada ASTM D1883 dan AASHTO T 193.
Aplikasi Manual CBR Lab Set
Manual CBR Lab Set S-360 A dapat digunakan untuk berbagai kebutuhan pengujian material tanah di lingkungan laboratorium.
Penggunaannya mencakup:
- Laboratorium mekanika tanah.
- Laboratorium geoteknik.
- Laboratorium teknik sipil.
- Pengujian material subgrade.
- Pengujian material subbase.
- Pengujian material base/course.
- Penelitian karakteristik tanah.
- Studi pemadatan dan kekuatan material.
- Praktikum mahasiswa teknik sipil.
- Pendidikan dan pelatihan pengujian tanah.
- Pengujian material untuk pekerjaan jalan.
- Kegiatan penelitian di bidang geoteknik dan perkerasan.
ASTM D1883 secara khusus menempatkan pengujian CBR dalam evaluasi kekuatan potensial material subgrade, subbase, dan base/course, termasuk untuk kebutuhan desain perkerasan jalan dan lapangan terbang.
Hal yang Perlu Diperhatikan Sebelum Membeli CBR Lab Manual Set
Pengadaan alat CBR perlu disesuaikan dengan metode pengujian yang digunakan laboratorium. Jangan hanya melihat kapasitas mesin atau jumlah komponen dalam satu set.
Periksa beberapa hal berikut sebelum melakukan pemesanan:
- Standar pengujian yang digunakan laboratorium.
- Kesesuaian komponen dengan metode pengujian.
- Kapasitas mesin pemuat.
- Spesifikasi CBR mold.
- Jenis dan jumlah surcharge weights.
- Ketersediaan dial indicator dan proving ring.
- Kelengkapan komponen swell test.
- Kebutuhan Modified Proctor Hammer.
- Kebutuhan aksesori tambahan.
- Kebutuhan kalibrasi dan pemeliharaan instrumen.
- Dimensi serta berat alat untuk penempatan di laboratorium.
- Kebutuhan dokumen penawaran untuk pengadaan institusi atau proyek.
Untuk laboratorium yang menjalankan pengujian secara rutin, kelengkapan komponen sejak awal akan memudahkan persiapan pekerjaan dan mengurangi kebutuhan mencari komponen pendukung secara terpisah.
Harga Manual Laboratory CBR S-360 A
Harga Manual Laboratory CBR S-360 A dapat berbeda berdasarkan spesifikasi pesanan, ketersediaan produk, kebutuhan pengiriman, serta kelengkapan pengadaan.
Untuk mendapatkan harga terbaru, ketersediaan stok, estimasi pengiriman, dan penawaran pengadaan, hubungi tim Indra Jaya Tektona dengan menyampaikan jumlah unit serta lokasi pengiriman.
Jual Manual Laboratory CBR S-360 A di Indra Jaya Tektona
Indra Jaya Tektona menyediakan Manual Laboratory CBR S-360 A untuk kebutuhan laboratorium teknik sipil dan geoteknik yang memerlukan perangkat pengujian California Bearing Ratio secara manual.
Set ini memiliki komponen utama mulai dari mesin pemuat, CBR mold, surcharge weights, swell assembly, Modified Proctor Hammer, dial indicator, proving ring, hingga berbagai aksesori pendukung. Spesifikasi tersebut membuat S-360 A dapat digunakan sebagai perangkat pengujian CBR laboratorium sesuai metode yang diterapkan oleh laboratorium.
Kami juga melayani kebutuhan pengadaan alat laboratorium teknik sipil untuk proyek, perusahaan, konsultan, kontraktor, universitas, dan institusi pendidikan.
Hubungi Indra Jaya Tektona untuk mendapatkan harga Manual Laboratory CBR S-360 A, informasi stok, spesifikasi produk, dan penawaran pengadaan alat laboratorium teknik sipil.






